Malang


***

Lukisan ilusi yang melambung tinggi ke langit malam
Menghantui rindu pada jarak yang tak terhitung ini
Mungkin oleh keanggunannya atau kehangatannya yang mendalam
Hingga gundah rasanya untuk melepas pelukkan ini

Pesona dinding di Kampung Tridi
Menari bersama bunga di Coban Talun
Ikut jatuh bersama mentari di Sendiki
Berseru tentang kelamya dunia di Sumber Pitu
Atau mari menghitung bintang dari Paralayang

Terima kasih atas semuanya
Manis pahitnya setiap tahun
Usia yang semakin beranjak

Sungguh jarak kian mencekik
Berulang kali rintihan merebak
Bermohon akan hadir pertemuan kelak

Malang, mari jumpa selekasnya

2 comments: