Ia datang melemahkan pijakan kaki
Ia datang menghempaskan pikiran dan hati
Pilu mengalir tanpa henti
Tak kuasa menahan beratnya saat melangkah
Masa depan begitu mengerikan
Apa yang hendak dilakukan?
Bagaimana kemudian?
Kenapa harus melalui?
Siapapun, tolong!

No comments:
Post a Comment