Takut


***

Ia datang mematahkan tulang punggung
Ia datang melemahkan pijakan kaki
Ia datang menghempaskan pikiran dan hati

Pilu mengalir tanpa henti
Tak kuasa menahan beratnya saat melangkah
Masa depan begitu mengerikan

Apa yang hendak dilakukan?
Bagaimana kemudian?
Kenapa harus melalui?

Siapapun, tolong!

No comments:

Post a Comment