
***
Beberapa hari yang lalu, aku dan teman-temanku pergi ke sebuah air terjun yang sudah pernah aku kunjungi sebelumnya, Kapas Biru. Air terjun ini terletak di Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Untuk kesana, kami memerlukan waktu sekitar 2 jam dari kota Malang. Pintu masuk ke area parkiran ada beberapa namun yang cukup untuk dilewati mobil hanya satu, itupun butuh mata yang jeli untuk menemukan gangnya.

Jalur yang ditunjukan Google Maps sangat sempit untuk mobil jadi kami melewati jalan yang lain.

Bayangkan seberapa susah mencari jalan seperti itu dengan kondisinya yang tertutup tanaman. Sekitar 2 kali, gang itu terlewat oleh kami. Perjalanan ke parkiran tidak begitu lama, kurang lebih 5 menit saja.

Warung hanya tersedia di daerah parkiran saja, di daerah kediaman warga. Untungnya tersedia minuman dingin, jadi kami bisa menikmatinya di tengah perjalan. Ongkos parkir mobil Rp 10.000,-/mobil dan masuk ke area Kapas Biru Rp 7.000,-/orang. Lalu, kami mulai memasuki hutan, dimana sebuah petualangan dimulai. Perjalanan dari tempat parkir ke air terjun relatif lama, tergantung seberapa banyak kamu berhenti. Saat itu, kami menempuh perjalanan kurang lebih selama 2 jam. Tracknya juga cukup berat untuk beberapa orang dan suasana hutannya sangat panas waktu itu karena kami berangkat terlalu siang.
Setelah perjalanan yang terasa panjang sekali, hati kami disambut dengan sejuknya air terjun dan pikiran untuk segera merendam tubuh. Tapi kami memutuskan untuk berteduh dahulu karena matahari masih sangat terik.


Saat berada disana, aku melihat sebuah gubuk yang masih baru saja dibangun oleh penduduk lokal. Jadi, jika kamu pergi ke Kapas Biru dalam beberapa waktu kedepan, kamu akan menemui gubuk untuk berteduh dan kamu tidak akan terpapar sinar matahari lagi deh! Jangan lupa juga untuk membawa minum dan makanan karena disana sangat nyaman sekali buat makan atau ngemil tapi jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya, ya! Selain itu, air disana kebanyakan bersih dan bisa diminum, jadi kamu bisa membawa botol saja tanpa air di dalamnya.


Kami juga berfoto-foto di air terjun dan bermain air. Spot foto paling dekat air terjun adalah batu yang begitu besar tapi jalannya begitu licin, jadi harus berhati-hati. Untuk kamera atau HP, siap-siap kena basah dan rawan foto buram karena air yang turun sangat deras. Setelah menikmati keindahan alam dan dinginnya air disana, kami memutuskan untuk kembali. Sungguh, rasanya waktu cepat berlalu saat kami berada disana. Jalur yang ditempuh untuk kembali ke parkiran juga sama tapi terasa berat karena kami sudah begitu letih bermain air dan jalannya yang naik. Setiba di parkiran, kami segera membilas tubuh kami di kamar mandi yang telah disediakan.

Iya, kamar mandinya terbuka tetapi ada yang tertutup juga. Biayanya Rp 5.000,-/orang. Setelah selesai, kami menikmati minuman dingin dari warung dan cilok. Akhirnya, hari itu selesai dengan tubuh yang gosong dan kaki yang sakit tapi itu semua seimbang dengan kenangan dan kebahagiaan yang kami terima.
***
Cerita yuk, pengalaman kamu di Kapas Biru! Tulis di kolom komentar, ya!






No comments:
Post a Comment