Sahabat Terbaik: Vanilla


***

"Sahabat terbaikmu siapa?", tanya seseorang di kala gulita sedang dingin-dinginnya menyapa. Dengan senyum, aku menjawab,

"Sahabat terbaikku bukanlah seorang manusia, melainkan seekor anjing"

Anjing adalah salah satu peliharaan yang banyak disukai manusia. Dia bisa menjaga, menghibur, dan menjadi sahabat terbaik yang paling setia. Aku pernah mendengar bahwa tidak ada cinta sebesar cinta seekor anjing kepada pemiliknya. Dia lebih mencintai pemiliknya dari pada dirinya sendiri. Kali ini, aku ingin meluapkan syukurku terhadap sahabat terbaikku, Vanilla.


Vanilla adalah satu dari sekian anak anjing yang aku miliki. Awal pertemuan kita adalah saat dia lahir ke dunia pada tanggal 6 Juli 2017. Dengan hidungnya yang merah muda dan bulunya yang putih, ketertarikkanku padanya semakin membesar. Saat itu, hanya dia yang tersisa di rumah, sedangkan saudara-saudaranya diadopsikan dengan alasan terlalu banyak anjing yang telah aku pelihara. Dia sangat manis, suka bermain, dan selalu mengikutiku kemanapun aku pergi. Dia juga menemaniku di kala aku terlelap. Selang beberapa waktu, aku terpaksa meninggalkan Vanilla demi studiku di negara orang. Beberapa kali aku mengunjunginya dan dia tidak pernah lupa denganku. Setelah itu aku melanjutkan lagi studiku. Namun beberapa saat setelah aku kembali ke negara orang, keadaan dan kondisiku kian memburuk disana dan memaksaku kembali seutuhnya ke Indonesia. Akhirnya aku memeluk Vanilla kembali hingga sekarang. Realita yang begitu kejam membuatku sering merasakan kesedihan dan kadang membuat jiwaku letih. Vanilla tetap disampingku di kala aku menangis. Aku memeluknya sembari menenangkan diri atau saat aku semakin melarutkan diri ke dalam lautan emosi. Dia yang membuatku tersenyum dengan kehadirannya dan tingkah konyolnya. Hingga saat ini, dia adalah yang paling baik dari semua sahabat yang aku punya.

Terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah menghadirkan sahabat terbaik untukku.

No comments:

Post a Comment